Thor: The Dark World (2013/US)


Mew mew!

Mew mew!

Mengawali bulan November ini saya akan memulai dengan review film superhero Marvel terbaru, yaitu Thor: The Dark World. Jujur, Thor merupakan salah satu superhero Marvel yang filmnya tidak pernah mengecewakan saya, setelah film pertamanya yang menurut saya sangat menghibur, dewa dari Asgard itu kembali lagi dengan porsi hiburan ala superhero yang sangat komikal di film sekuelnya ini. Disutradarai oleh Alan Taylor yang terbiasa menangani serial-serial beken di televisi (seperti Game of Thrones) Thor: The Dark World otomatis menjadi film Marvel paling seru di tahun ini, jauh lebih seru dari Iron Man 3 yang menyebabkan banyak fanboy jadi berselisih, he-he.

Masih mengikuti timeline pasca The Avengers, sekarang Marvel sedang melanjutkan phase 2-nya, tentunya sudah dipicu oleh kehadiran Iron Man 3 beberapa bulan kebelakang, dan akan disusul oleh Captain America: The Winter Soldier tahun depan. Tapi lupakan dulu sejenak om Steve Rogers, Thor (Chris Hemsworth) kali ini kembali lagi ke bumi setelah mengetahui bahwa wanita idamannya, Jane (Natalie Portman) tanpa sengaja berhasil menemukan Aether, sebuah sumber energi mematikan yang dicari-cari oleh para kaum Dark Elves yang dipimpin Malekith (Christopher Eccleston) ribuan tahun lamanya.

Mengetahui bahwa jane sudah ‘terinfeksi’ sumber energi mematikan ini, Thor berusaha menyembuhkan Jane di Asgard, yang secara tidak langsung mengundang perhatian Malekith untuk menyerang Asgard. Pertempuran pun terjadi, ketika pertahanan Asgard hampir luluh lantah, mau tak mau Thor meminta bantuan Loki (Tom Hiddleston) untuk melawan Malekith sebelum ia menggunakan Aether untuk menguasai nine realms.

Tanpa meninggalkan resep jitu film pertamanya, Thor: The Dark World tetap menghibur bagi saya, karena mungkin ini satu-satunya film Marvel yang bisa menggabungkan unsur komedi dan actionnya dengan berimbang selain Iron Man. Banyak momen-momen unik dan konyol ketika menonton film yang durasinya kurang dari dua jam ini. Tapi jangan salah, Thor tetap memainkan peranan penting di film ini, selain beberapa karakter pendukung yang kali ini juga lumayan disorot, seperti Odin (Anthony Hopkins) dan ibunda Thor, Frigga (Rene Russo) serta rekan-rekan setianya, seperti Lady Sif (Jaimie Alexander) dan Voltsagg (Ray Stevenson).

Kemudian dari pihak bumi, selain Jane yang selalu tampil cantik menawan, masih ada penampilan menggelitik dari rekan-rekan Jane, seperti Darcy yang menjadi ‘another gem’ di film ini, sukses diperankan dengan sangat menggemaskan oleh Kat Dennings dan tentunya masih ada Erik Selvig (Stellan Skarsgård) yang tingkat geeky-nya makin menjadi-jadi dan kadang terlalu konyol tapi tetap bisa membuat saya tertawa cengengesan. Selain itu masih ada beberapa cameo menarik, salah satunya mungkin tidak akan anda duga, tapi karakter pria ‘normal’ yang diperankan oleh Chris O’Dowd juga cukup membuat saya sedikit tersenyum.

Intinya, dari segi cerita dan jajaran cast-nya, Thor memang selalu diplot menjadi sebuah film Marvel yang paling menyenangkan untuk ditonton, minus rasa kelam, depresif dan aura terlalu serius seperti film-film marvel lainnya, tapi tetap bisa menghadirkan cerita yang alurnya enak untuk diikuti dan tidak membuat bosan. FYI, bahkan ayah saya saja menyukai film Thor yang pertama sampai ketika ada iklan trailer Thor: The Dark World di televisi, beliau langsung hafal dengan karakter Thor dan Loki-nya. He-he.

Seperti biasa, jika anda sudah selesai menonton film ini, jangan dulu beranjak dari tempat duduk karena akan ada dua hidden scene setelah film ini usai, satu hidden scene akan ada di tengah-tengah closing credit, dan satu hidden scene terakhir akan ada di paling ujung closing credit, yang jelas hidden scene-nya akan sedikit memberi gambaran tentang satu film Marvel di tahun depan yang sama sekali karakter-karakternya tidak saya kenal, yaitu Guardians of the Galaxy.

So, tunggu apalagi? Kalau anda butuh film superhero yang menghibur, Thor: The Dark World adalah jawabannya. Aksi, drama dan komedi akan anda nikmati di tiap menitnya, dan kalau menonton film ini dengan format 3D mungkin akan terasa lebih menarik walau bagi saya format 2D sudah lebih dari cukup untuk menikmati petualangan si dewa Asgard ini. Well, just enjoy the movie!

Rating: 4/5

5 comments

  1. setuju banget! Thor film yang gak mengecewakan u/ ditonton di bioskop :)

    Like this

    1. *high fiveeee* :))

      Like this

  2. karamelkinema · · Reply

    While i still prefer Iron Man 3 to this one, i think this sequel is significantly improved from its predecessor. I love the lightness of it, the first one was rather cloying imho.

    We’ll see how Captain America and The Guardian of Galaxy gonna fare next year :D

    Like this

    1. Yep, Captain America yg baru kalo dari trailer sih menjanjikan, semoga aja gak seboring film pertamanya, sedangkan Guardians itu gw gak pernah tau siapa2nya, ya jadi anggap aja film barunya Marvel, haha :P #masihteamnyaTHOR

      Like this

  3. […] dan Iron Man 2 serta Iron Man 3 sekaligus. Tingkat serunya hampir sama ketika saya menonton Thor: The Dark World (but with less jokes), jadi tidak salah kalau banyak review positif tentang film yang bisa membuat […]

    Like this

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 622 other followers

%d bloggers like this: